Puisi Siswa/i


Desi Mariana Purba

SMA N 2 Lintongnihuta

Goresan Pengusik

 

Kelam kabut resak tak menentu

Tentang apa yang kitahu

Dan tentang apa yang tak ku tahu

Dan apa yang harus ku tahu

 

Goresan itu membawaku terbang

Melayang jauh terombang-ambing

Dalam bendungan pengalaman hidup

Kian penuh, tumpah tak mampu

 

Kubaca derai menderu

Mengingatkan akan kisahku

Saat aku harus mampu

Melepaskan sebuah pemicu semangat hidup

 

Goresan itu mengajarkanku

Akan hidupku yang tak tentu

Mengarah hendak kemana

Terdiam, namun tak bisa

Ingin ku kembali ke sana

Menuntaskan penat di dada

Menuangkan beratnya pikiranku

Mencari suatu kepastian

 

Namun kini semua hampa

Harapan itu tak mungkin terwujud

Mengingat ia akan pergi

Dan tak tahu kapan kembali

 

Berharap ia yang menghampiri

Datang dengan setulus hati

Menuntaskan semua beban ini

Namun itu tak mungkin lagi

Lalu bagaimanakah denganku

Yang terbelenggu dan membisu

Tak mampu berkata-kata

Dan akan selalu membisu

 

Simon Putra  Aekhela

SMA N 2 Lintongnihuta

Tujuh Ludah Suci

 

Kecil aku hati kecil

Besar aku hati besar

Mengubah langkahku

Kian menjauh dari kerajaanku

 

Wahai jelitaku, suasana indah terjadi

Saat kau di dalam kerajaanku

Kau sungguh lembut tenang

Tatap matamu menatap mataku

 

Tapi....kau dengar bisikan luar yang

Indah menawan hati

Dan kau pergi tinggalkan kerajaanku

 

Ku mau kau pulang

Kujemput kau pulang

Tapi...

Bukan engkau yang sampai

 

Si kental jernih yang ternyata datang

Menghiasi wajahku

Kian buruk, kau tak dapat berkurang

Tetapi bisa bertambah

 

Tujuh ludah sucilah

Yang menempel padaku

Sampai.....

Si burung putih menjemputku

 

 

 

 

Gilbert Simamora

SMA N 2 Lintongnihuta

Tawa Kita Merobek Langit

 

Tak ada derita

Di saat kita bersenda

Seakan waktu di genggaman kita

Dan bersembunyi di dalam peluk

Tawa kita ini

Lebih manis dari coklat leleh

Lebih indah dari senyum bulan sabit

Lebih harum dari bunga di pinggir telaga

Suara tawa kita

Memecah kebuntuan

Tak lupa tuk merobek langit

Dan turunkan suara suka

 

Maringan Eben Ezer

SMA N 2 Lintongnihuta

Inilah Kismatku

 

Inilah kismatku....

Kadang ku merasa karat

Kadang aku juga merasa nanar

Tapi ku syukuri semua itu

Hati ini rapuh akan sikapmu

Jantungku melempai

Jantungku pating olehmu

Aku tak peduli itu

Karna aku melekam tujuanku

Biarpun sikapmu kadang leler

Biarpun kata-katamu nyalang

Aku tak mau kejat karnamu

Meskipun aku hanya sebuah sindap

di hadapanmu

ku harap semua kan rampung

sampai pati menemuiku

 

Tama Guna

SMA N 2 Lintongnihuta

Alam Mimpi

 

Benar atau tidak

Percaya atua tidak percaya

Entahlah....

Tapi, itulah mimpi

 

Alam berbeda tak tahu jimat

Imajinasi, penuh imajinasi

Mimpi ruang halusinasi

 

Alam khayalan

Alam imajinasi

Alam ilusi

Alam mimpi

 

Jessy L. Banjarnahor

SMA N 2 Lintongnihuta

Sang Penyair Berdarah

 

Darah  mengalir setetes demi setetes

Membuktikan keberanian sesosok manusia

Dia si lelaki tegar

Dia si penyair berdarah

 

Syair-syairmu yang menakjubkan

Menggugah hati menggetarkan sukma

Kau adalah si mawar merah

Mawar yang menumpahkan darah keberanian

 

Aku tiba-tiba tersentak

Dikejutkan olehmu wahai penyair berdarah

Kau bangkitkan semangatku yang telah pudar

Kau sayangi aku, bukan karena cinta

Tapi karena kepedulianmu padaku

 

Aku bangga padamu....

Semua pesanmu kau tuliskan dalam syair-syairmu

Syair pembangkit semangat

Syair penghasut pikiran

 

Wahai sang penyair berdarah

Tunjukkanlah dirimu yang sebenarnya

Ku ingin lihat wajah pemberanimu

Wajah yang s’lalu kau tutupi dengan cadar hitammu

 

Harapanku sangatlah besar

Ku ingin kelak akan bisa sepertimu

Manusia yang berjiwa adil

Manusia yang selalu tegar

Wahai kau, sang penyair berdarah

 

Pasro Lumban Gaol

SMA N 2 Lintongnihuta

Si Kecil dan Terpanjang

 

Pagi yang indah

Engkau memanggilku

Dengan penuh perasaan

Engkau menemaniku

Menuju hari depan yang indah

 

Tanpa kenal lelah

Kau membawaku

Ke sana ke mari

Dari pagi cerah

Hingga tenggelamnya

Sang surya penyinar bumi

 

Terlebih kau kecil

Aku sangat bersyukur kepadamu

Kau rela melintasi lumpur

Kau rela berlubang dan hancur

Hanya untuk aku

Teman setiamu

 

Lestari Lumban Gaol

SMA N 2 Lintongnihuta

Jiwa yang Terluka

 

Tahun demi tahun telah terlewati

Badan mudaku berganti jadi tua

Jiwaku terluka-luka olehnya

Dapatkah di fajar masa mudaku

Dan senantiasa akan berlumur darah

Dan akan berhenti

Jika aku melupakan ipuh asmara

Dan jika badanku sampai mati

 

Bila di tengah keramaian

Aku selalu berbuat seperti mereka

Tertawa suka, bernyanyi riang

Seperti dia tak tahu dukaku

 

Tapi, satu, dikesepianku

Semua mata tertuju padaku

Mata terpancar kepadaku

Dan mengubah kesenangan

Menjadi sayu

Sedih karna memandang kenang-kenangan

Yang berlumur darah

Luka jiwaku olehnya

 

 

Dervia Simanullang

SMA N 2 Lintongnihuta

Sesat pada Rencana

 

Aku tahu

Angin kini menderu

Membawa kabut juga debu

Masuk dalam hatiku

 

Apakah harus demikian

Kapankah jadi sekian

Kini kucoba untuk memperingan

Dengan sebuah iring-iringan

 

Pikiranku kini berlari

Berlari ingin mencari

Mencari maksud hati

Maksud hati kecil ini

 

Kalender menunjukkan sebelas

Mungkinkah jadi pelampiasan

Hati kini terbias

Oleh adanya usaha yang terkemas

 

Ku mau berangkat

Berangkat untuk memahat

Memahat kebenaran yang tepat

Tak mau berpikir lambat

 

Inilah dia

Inilah rencananya

Selanjutnya bagaimanakah dia?

 

Yan Reynold Sihite

SMA N 2 Lintongnihuta

Kepergianmu

 

Hari demi hari kulalui tanpamu

Hati berasa hampa tanpamu

Wajahmu yang dulu hiasi hari-hariku

Kini musnah tak berjejak

 

Kau tinggalkan luka bagiku

Kau bakar hati ini dengan perkataanmu

Derai-derai air mata kian menetes

Bagai bah membuat banjir

 

 

 

 

 

 

 

 

Patota Adi Petro Siahaan

SMA N 2 Lintongnihuta

Terindah Bagiku

 

Engkau teindah bagiku

Namamu terlebih indah di hatiku

Lebih dari indahnya emas murni

Engkau termanis maduku

Namamu terlebih manis

Lebih dari madu asli

 

Engkau selalu terbayang dalam benakku

Meskipun isi otakku sudah tiada

Tiada satu pun yang membuatku

tuk melupakanmu

karna bagiku engkaulah yang terindah dari segalanya

 

Friendrik M. Sianturi

SMA N 2 Lintongnihuta

Kampung Halaman

 

Hati rindu berlandaskan kasih

Mengingatnya pada hari kemarin

Kini semua berlalu

Berlalu dengan cepatnya

Seperti angin yang berhembus

Kini....

Kini semuanya seperti mimpi

Melihat tiang-tiang menjulang tinggi

Hati pusing bertambah mendekap

Semua kelihatan indah

Indah sangat menakjubkan

Tapi...

Tapi tak seindah dulu

 

Hesekiel B.M. Situmorang

SMA N 2 Lintongnihuta

Kepergianmu

 

Ku bersedih di keheningan

Menangis di antara beribu orang

Kau telah pergi selamanya

Terasa berat untuk melepaskan

 

Nasehatmu adalah kepercayaanku

Mengangkatku meraih bintang

Mengajarku dengan rendah hati

Untuk menuntut ilmu yang masih minim

 

Memori yang tidak bisa kulupakan

Sungguh ini dukaku yang dalam

Di dalam kehidupanku yang masih tersisa

Kau tiada lagi pada detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, dan tahun

Hanya satu kata terakhir kuucapkan

Kuucapkan selamat jalan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sufriana Winda Pasaribu

SMA N 2 Lintongnihuta

Kau Pergi dan Tak Kembali

 

Awan yang penuh dengan derai air mata

Kabut pagi yang membutakan mataku untuk melihatmu

Gerimis-gerimis yang kini mengaliri pipiku

Dan warna pelangi hanya berpindah bisu

 

Kau telah dihembuskan angin seperti debu

Dan kau pergi tinggalkanku sendiri

Itu tak dapat kupungkiri

Dan suatu hal yang tak dapat kusesali

 

Haruskah ku berlari mengitari bumi ini

Haruskah ku menunggumu sampai bumi berhenti bergerak

Alam yang berbeda menjadi pemisah kita

Bayanganmu yang tak dapat kulupakan

 

Kau pergi dan tak kembali

Walaupun hal itumenelusuriku

Ku bahagia mengenalmu

Terima kasih atas warna yang pernah kau ukir di benakku

Yang tak dapat terlunturkan tangisanku

 

Novelia Hasugian

SMA N 2 Lintongnihuta

Goresan Pena Untukku

 

Dalam gelap mencari jalan

tanpa ada pelita terus berjalan

terserat di dalam kegelapan

lorong-lorong gelap seakan menekan

 

bagaikan burung terbang tanpa sayap

terjatuh di dalam kesunyian

merintih, menangis, teriak

tapi tiada guna

 

Salingkah?

Ada hinaan, cemoohan, kata-kata tanpa arah

Kutulis semua dalam sehelai kertas

Darah mengalir mengiringi tangis

Badan gemetar mengiringi teriakan

Aku ingin bebas

 

Goresan pena untukku

Betapa pedih rasanya

Di balik senyum ada tangis

Air bening tampak air mata

Goresan pena untukku

Goresan pena berdarah

 

Alexis Pangaribuan

SMA N 2 Lintongnihuta

Mengarungi Waktu

 

Kutarik tali jangkarku

Kubuka layar kapalku

Untuk mngarungi waktu

 

Ku pergi berlayar

Menembus kabut sang waktu

Mengikuti lingkaran kehidupan

 

Terlihat sebuah layar

Yang begitu besar

Yang mampu memperlihatkan

Masa depan dan masa lalu

 

Kulihat layar itu

Memutar masa laluku

Yang begitu indah

 

Aku menangis dan menangis

Menyesal akan jalan yang kupilih

Yang membuat aku menderita

 

Aku hanyut oleh waktu

Jatuh dalam lubang masa lalu

Yang sangat dalam

 

Semua begitu gelap

Tak ada cahanya sedikit pun

Yang mampu menrangi hatiku

 

Aku merasa kesakitan

Aku meras terluka

Akan kejadian itu

 

Namun aku bangkit dan berdiri

Berusaha untuk melupakan

Kenangan-kenangan itu

 

Terlintas dalam pikiranku

Waktu tak dapat diulang lagi

Tapi harus dijalani dengan semangat yang kuat

 

Lavenia Naibaho

SMA N 2 Lintongnihuta

Dia Siapa

 

Di dunia hanya satu

Satu yang selalu dia bingungkan

Pada saat dihadapkan pada sesuatu

Sesuatu yang belum bisa dia tentukan

 

Dia kadang cemas

Bagaimana dia nantinya

Apakah dia bisa menunjukkan

Bahwa dia adalah manusia

 

Dia sering diacuhkan

Tak dihargai sesamanya

Dia tidak dipedulikan

Mereka hanya dengan mereka saja

 

Ayah ibu

Apakah selamanya terus begini

Dia ingin pulang

Di sini dia kesepian

Di sini dia tidak punya teman

Dia bagaikan orang asing di sini

 

Dia menangis di persembunyian

Mengadu kepada Tuhannya

Apa yang sebenarnya terjadi

Dia terus bertanya

Siapa dia sebenarnya

Gunarty

SMA N 2 Lintongnihuta

Tangisan Perempuan Teraniaya

 

Jeritannya yang tak henti

Enggan rasanya ia berdiri

Linangan air matanya

Impian yang tersendak pilu

Apakah itu kan berakhir?

 

Figur-figur kebencian

Adalah alasan pasti

Lukisan kedendaman

Entah pada siapa ia tujukan

Nistanya dirinya

Tak akan ada yang menghapus

Inikah suratan takdirnya?

Namun apakah ini semua

Akhir dari kehidupannya?

 

Perempuan ini

Untuk hidup teraniaya

Ratapan ini

Basahai hati dan kalbu

Apakah ini akan usai?

 

Sarido M.P. Simanullang

SMA N 2 Lintongnihuta

Gemuruh Hati

Inilah kini ternyata

Gemuruh hati kesenjangan

Merasuk sukma dalam jiwa

Bagai tombak hendak tertancap

 

Gemetar rasa dari bathin

Hendak bicara selama ini

Namun mustahil itu terjadi

Bagaikan hantu di malam hari

 

Jemari menulis dengan pantasnya

Hendak berbagi tapi susah berbagi

Meski dari dalam sudah mencari

Siapa kini pelipur hati

 

 

Endo Putra Simbolon

SMA N 2 Lintongnihuta

Ibu

 

Ibu....

Engkaulah pahlawan sejati hidupku

Engkaulah yang paling berjasa di hidupku

Susah payah engkau lahirkanku

Susah payah engkau membesarkanku

Tanpamu aku tiada arti

 

Bila kala pagi

Engkau hidangkan makanan bagiku

Hingga aku dapat lakukan segala dayaku

 

Selalu buat hidupku menyenangkan

Dengan segala pelayanan kasihmu

Jika aku haus

Engkau berikan aku minuman

Kala aku lapar

Engkau berikan aku makanan

Kala aku sedih

Engkau datang dengan pengharapan dan penghiburan

 

Kini waktuku tuk tunjukkan kepadamu

Balas kasihmu kepadaku

 

Virgo Eben Ezer

SMA N 2 Lintongnihuta

Lentera Hati Sang Mentari

 

Hiduplah sebuah biji

Kian menghasilkan biji

Layaknya awal hidup di kala purba

Kini berubah hidup luar biasa

 

Dulu nenek moyang hidup terasa gundah karena sukar

Hidupberpancang primus interpares

Dahulu hidup berilmu dewa

Yang nyatanya hanya tipu daya

Andai kalian tahu

Kian hidup sudah tidak teguh imayana

Wajar pasti karena orang makin berilmu

 

Besar sudah dampak seorang filsafat memberi banyak hal tentang kebenaran hidup

 

Andai kalian sadari

Kita sedang mengikuti jejak Einstein

Berkompetisi dalam berbagai ilmu

Beradu layaknya sebuah peperangan

Untuk menjadi seorang pemenang

 

Kuikuti dia dalam peraduan ini

Bukan untuk kemenanganku sendiri

Tapi karena sesuatu yang kupertanggungjawabkan

Sebuah nama besar tempatku sekarang

 

Ku tahu, kalian pun tahu

Dalam peprangan selalu ada kemenangan juga kekalahan

Andai aku bisa menjadi

Seperti penerang bumi di kala kalian bisa melihat

 

Dan seharusnya kalian tahu

Mentari itu pasti terbenam di pandangan kalian

Namun mentari itu hanya pergi sementara....

Dan dia.....

Akan menerangi pandangan orang lain tentunya

 

Dan yakinlah

Bahwa kalian akan menyadari

Mentari itu kembali bersinar di pandangan kalian

Dan kalian akan takjub dengan pancarannya

 



120 Komentar :

Penyembuhan Tradisional Radang Amandel
07 Agustus 2014 - 13:27:52 WIB

Terimakasih banyak atas informasinya, di tunggu artikel yang lainnya...!!!

http://goo.gl/Dly2CJ
Penyembuhan Tradisional Benjolan Di Leher
08 Agustus 2014 - 13:50:23 WIB

Izin Menyimak Saja Gan :)

http://goo.gl/Ii4Bsj
logo
08 Agustus 2014 - 14:57:25 WIB

Apakah Kabar Admin? Semoga anda baik lurus hati saja: -) http://nitv.in/merek_4932228
logo
10 Agustus 2014 - 17:08:26 WIB

Deklarasi yang terlalu menarik dari dulu kula ingin belajar tahu masukan seperti ini, terimakasih banyak awal informasinya... http://smallurl.co/logo_793157
rumah minimalis
10 Agustus 2014 - 17:16:11 WIB

Waw keren infonya, saya kelak info nan terbaru lainnya, terimakasih bermacam-macam.... bit.ly/1oxHE70
rumah cluster
10 Agustus 2014 - 18:45:52 WIB

Benarbenar bagus serta sangat memberkas sekali uaruar. Di beka ya siaran terbarunya. Guyub kenal tinyurl.com/muhgnyt
medirikan pt
10 Agustus 2014 - 18:50:24 WIB

Terlindung sore. Tidak terasa perian berjalan semakin cepat, siap-siap untuk lelah. karena uang jasa seharian beroperasi. Salam bugar gan dengan sukses cepat.... http://ow.ly/zXKYJ
pendirian perusahaan
10 Agustus 2014 - 20:31:56 WIB

Ini website benarbenar keren sama sekali gan bahagia kenal saja ya. http://bit.do/pendirianpt
jual rumah cluster
10 Agustus 2014 - 23:49:54 WIB

informasinya yang cegak sekali tinyurl.com/pe87xe6
Pengobatan Tradisional Penyakit Diabetes Kering
11 Agustus 2014 - 11:28:53 WIB

Informasinya menarik Untuk Disimak, Izin Menyimak Saja Gan :)

http://goo.gl/42pvph
<< First | < Prev | 1 | 2 | 3 | ... | 12 | Next > | Last >>

Isi Komentar :
Nama :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Kalender

September, 2014
MSSR KJS
 12 3456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930    


Polling

    Pelajaran Favorit Anda?
    Matematika
    Fisika
    Kimia
    Bahasa Inggris

Statistik

167492
Pengunjung hari ini 40
Total pengunjung 27910
Hits hari ini 313
Pengunjung Online 5